Jumat, 06 September 2013

Sebuah Kata "Kapasitas"


Mungkin kita sudah nggak asing lagi dengan kata "Kapasitas". Bahkan mungkin diantara kita sudah sangat familiar dengan kata tersebut, tapi masih belum terlalu mendalami tentang apa itu Kapasitas. Berikut, di bawah ini tulisan singkat saya tentang kapasitas, semoga dapat sedikit membantu menambah wawasan. Heheee... Selamat Membaca :)
 
Berbicara mengenai kapasitas, maka didalamnya akan mengandung beberapa point penting yakni kemampuan individu, organisasi atau sebuah sistem untuk melaksanakan fungsi-fungsi dan mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien. Jika demikian, lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kemudian mengukur berhasil tidaknya kapasitas tersebut. Khususnya pada level individu hal ini menjadi penting untuk kita perhatikan karena dalam penguatan kapasitas itu sendiri, tentunya akan termuat suatu permasalahan mendasar yang akan dihadapi level individu. Beberapa diantaranya dapat meliputi:
-          Lemahnya kemampuan intelektual misalnya kecerdasan kognitif yang dapat dilihat dari IQ masing-masing individu, kecerdasan dalam mengelola emosi, dan lemahnya kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain secara efektif. 
-          Individu terkadang dihadapkan pada ketidaknyamanan atau tidak menikmati pekerjaan yang telah menjadi tugasnya. Salah satu faktor penyebabnya dapat dikarenakan peran yang harus dilakukan tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
-          Lemahnya kemampuan dalam berorganisasi.
-          Kurangnya jiwa kepemimpinan.
-          Pemberian akses dan kesempatan untuk memperoleh informasi yang tidak cukup baik dan efektif bagi individu guna mendukung program yang ada.
Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah mengapa kemudian program penguatan kapasitas untuk level individu tersebut secara umum tidak berhasil. Beberapa diantaranya dapat meliputi:
-          Tidak adanya orientasi tujuan-tujuan yang khusus dan jelas yang ditanamkan dalam diri masing-masing individu dalam rangka mencapai suatu hasil yang terbaik bagi dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga yang terjadi kemudian adalah sikap inkonsisten individu dalam menyikapi sesuatu.
-          Tidak adanya sebuah program penghargaan yang diberikan bagi individu yang memiliki kapasitas yang baik dalam rangka memotivasi dirinya untuk berkarya maupun meningkatkan kapasitasnya lebih maksimal dan berprestasi jika dibandingkan dengan individu lain.
-          Kekurangkreatifan untuk mengembangkan diri.
-          Penyelenggaraan peraturan yang tidak kondusif bagi individu.
-          Antara kinerja dan upah yang tidak sesuai diberikan kepada individu.

Tidak ada komentar: