Kamis, 25 September 2014

Tiga Calon Pengantin

Assalamualaikum guyss...

Bulan ini hingga pertengahan Oktober mendatang tentu adalah moment tersibuk bagi kami bertiga (re: Saya, Dara, Mirna). Sungguh saya sangat tidak menduga bahwa saya dan kedua sahabat saya itu insya allah akan melepas masa lajang dalam waktu berurutan. Alhamdulilah yah ternyata rezeki kami bertiga bisa dalam satu bulan dan tahun yang sama. Dara 11 Oktober, Saya 12 & 13 Oktober, Mirna 18 Oktober. Hihi....

Rasa-rasanya dulu itu kami masih duduk di bangku SMA. Masih nggak terlalu peduli yang namanya masalah kecantikan, masih kesana sini ketawa ketiwi bermain riang gembira. Eh tau-tau sudah mau jadi orang tua aje. Haha....

Karena kesibukan inilah, akhir-akhir ini kami sudah jarang banget main bareng. Kiki, Anik, dan Tutut pun juga semakin sibuk dengan kerjaannya. Sementara Icha dan Liza sibuk ngurus program internshipnya dan Nadia baru saja sibuk ngurusi wisudanya di Bandung. Selebihnya Anin, Sari, Nindi masih di luar kota. Tapi, insya allah kami pasti akan bertemu kembali di hari bahagia Dara, saya, dan Mirna. Hehe...

Buat kami bertiga yang sedang sibuk mempersiapkan melepas masa lajang, tetap jaga kesehatan yah guyss jangan justru sampe ngedrop di hari H. Semoga acara kita bertiga berjalan lancar, dan selalu dalam rahmat dan kasih sayang dari-Nya. Amin YRA :)

Rabu, 24 September 2014

Bertajuk Pameran Invesda Expo 2014, PT Pupuk Kaltim Kembali Raih Prestasi Stand Terbaik Kategori Non Pemerintah Daerah



Ajang pameran berstandar nasional bertajuk Invesda Expo 2014 kembali menorehkan prestasi bagi PT Pupuk Kaltim (PKT) sebagai stand terbaik harapan 1 kategori non Pemerintah Daerah. Kegiatan berlangsung Kamis (11/9) hingga Minggu (14/9) bertempat di Jogja Expo Center (JEC). Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ke-10 pameran investasi dan perdagangan dengan tujuan mendorong peningkatan investasi dan volume perdagangan produk-produk unggulan daerah.

Menurut Rudy Prambudi selaku koordinator pameran dari PKBL PKT mengatakan, produk-produk yang dipamerkan oleh mitra binaan PKT memiliki daya saing cukup tinggi. Pasalnya, produk yang ditampilkan seperti olahan hasil laut dan kerajinan manik-manik khas Kalimantan diminati banyak pengunjung. Hal ini terlihat dari antusias pengunjung terhadap stand yang begitu ramai. “Pelaksanaan pameran berjalan sangat baik dan lancar, pengunjung di stand PKT pun begitu ramai,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta pameran yang terlibat diantaranya terdiri dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Perusahaan Swasta, BUMN/BUMD, serta berbagai instansi terkait lainnya dari seluruh Indonesia guna menarik para investor dan para pembeli potensial dalam dan luar negeri. 

Dari sekian banyak peserta tersebut, PKT yang berada pada posisi terbaik harapan I sekiranya telah memenuhi kriteria penilaian dari sisi produk yang dipamerkan, cara pelayanan dan tatanan isi dalam stand, serta minat pengunjung mendatangi stand. Karenanya sebagai peserta pameran, pihak PKBL PKT mengaku puas. Apalagi stand PKT sangat banyak dikunjungi dan mendapat apresiasi dari pejabat daerah, buyer, serta masyarakat. 

Para pengunjung, tertarik dengan produk yang ditampilkan, seperti produk mitra binaan PKBL PKT wilayah Bontang oleh Jumira dengan produk olahan hasil laut nilai transaksi mencapai Rp. 1.125.000,- dan oleh Munirah dengan produk kerajinan manik-manik (taplak meja, sal, gelang, tas, dompet) nilai transaksi senilai Rp. 2.500.000,-. Ada lagi mitra binaan wilayah Kaltim dengan produk batik khas Kaltim oleh Ika mencapai Rp. 3.750.000,- dan oleh Irliani produk amplangnya memperoleh penjualan senilai Rp. 1.000.000,-.  

Melalui kegiatan pameran ini, karenanya pihak PKBL PKT berharap dapat terus mengikuti event serupa lainnya. “Pengunjung begitu ramai disarankan pada event berikutnya layak untuk diikuti lagi,” tutupnya. (Irma Safni)

Selasa, 23 September 2014

Tentang Rasa Hari Ini

Assalamualaikum guyss...

Salam blogger buat sahabat semuanya....

Di sela kesibukan pekerjaan dan ehhm mengurus persiapan melepas masa lajang hehe...saya mau curhat kilat ne tentang apa yang sedang saya rasakan hari ini. Hmmm saat ini perasaaan saya sedang damai. Ntahlah mungkin karena baru aja tadi melaksanakan ibadah ashar. 

Padahal kalau dipikir-pikir otak ini sedang banyak yang dipikirkan. Tapi, memang benar loh guyss yang namanya selalu menghadirkan Tuhan di hati selalu saja mampu mendamaikan segal penat yang nempel di tubuh.

Selanjutnya saya juga sedang merasa butuh refreshing. Ntahlah bagaimana caranya nanti, yang jelas untuk 2 minggu kedepan ini tentunya belum bisa. Barulah insya allah setelah itu, sekitar pertengahan Oktober saya akan mencoba mengelola refreshing saya itu melalui fasilitas cuti yang telah saya ajukan selama seminggu. Horeee....belum ada planning sih keluar kota, karena baru di planningkan ke luar kota baru akhir Desember. Jadi, untuk cuti pertama kemungkinan cukup di Bontang saja dulu. Dan, insya allah tentu dengan status yang berbeda. Asiiikkk.... Kita lihat saja yah nanti guyss... ^_^


Bubyee ~

Minggu, 07 September 2014

#Review Penikmat Film : SUNNY

Assalamualaikum guyss...

Salam blogger,

Mantengin film adalah salah satu kegilaan saya. Wajarlah jika setiap Jumat pasti saya akan menambah stok film untuk persiapan mengisi liburan selama 2 hari (Sabtu dan Minggu). Stok film tersebut nggak pernah saya download. Jadi, kebanyakan ngopi langsung dari kawan-kawan dan Qado. Hehe... 

Alasan saya sangat menikmati film karena bisa selalu menghibur dengan merasa seolah masuk dalam setting cerita, menikmati bagaimana saya dapat terhipnotis beberapa jam untuk memahami alur cerita dan kadang turut merasakan kegamangan tokohnya. Ketika menonton film, saya juga merasa bahwa dunia ini sama ilusifnya dengan film. 

Oke baiklah, seperti biasa saya bermaksud kembali akan mereview hasil film yang sudah saya pantengin berjam-jam. Kali ini film berjudul SUNNY akan coba saya hadirkan dihadapan sahabat sekalian. Bagi yang belum menonton, film ini bisa menjadi recomended untuk dinikmati khususnya bagi kalian yang senang mengenang moment kebersamaan dengan para sahabat.

Dengan 2 latar waktu (masa lampau dan masa sekarang yang dialami para pemain), film ini meletakkan sahabat sebagai salah satu elemen terindah dalam kehidupan. Film ini telah membawa saya  kedalam kisah perjalanan sebuah kelompok/gank wanita bernama Sunny.

Awal cerita dimulai saat Ha Chun-Hwa (Jin Hee-Kyung) yang secara tidak sengaja bertemu dengan sahabat lamanya Lim Na-Mi (Yoo Ho-Jeong), di rumah sakit tempat ia dirawat. Chun-Hwa menderita penyakit kanker stadium akhir, dan hanya memiliki kesempatan hidup yang tinggal 2 bulan. Hal tersebut yang menyebabkan ia meminta tolong kepada Na-Mi untuk mengumpulkan kembali anggota Sunny yang pernah ia pimpin semasa muda. Na-Mi, bersama Kim Jang-Mi (Ko Su-Hee) -yang tampaknya sangat mudah ditemukan- memutuskan untuk meminta bantuan detektif untuk mencari teman-teman mereka. 

Singkat cerita, saya pun diajak melewati setting mundur menuju Korea era tahun 80-an. Sekira 25 tahun silam dalam kehidupan Sunny. Masa dimana mereka dahulu sekolah dan bertemu Lim Na-Mi (Shim Eun-Kyung), seorang wanita pintar dan pemalu yang kala itu merupakan siswi pindahan. Seiring berjalannya waktu, ia pun berhasil beradaptasi dengan mudah dan diterima di kelompok Sunny, yang kala itu telah berisikan enam wanita muda dengan karakteristik yang penuh warna.

Keyword dari sajian film ini tentu adalah sebuah friendship. Selama durasi berlangsung, jujur saya lebih tertarik dengan scene mundurnya. Sebab, ceritanya lebih berwarna dengan sajian kehidupan ceria anak muda jaman di bangku SMA, tentu dengan segala konflik pendukung, dan sebagainya.

Dengan susunan yang pintar, lembut, cermat, dan rapi, Hyeong-cheol tahu bagaimana mengolah hal umum dan klise tadi menjadi sangat efektif ketika ia menyampaikan pesannya kepada penonton. 

Sunny adalah sebuah paket yang mampu mengaduk-aduk perasaaan kita dengan berbagai konflik kecil yang ia suntikkan. Yaaps...mulai hal yang menyenangkan, menghibur, dan juga berhasil menyentuh perasaan. Dibalik penuh canda tawa, Sunny pun tidak lupa untuk menyelipkan banyak pelajaran tentang arti hidup dengan cara yang santai tanpa terkesan menggurui penontonnya. 

Misalnya, bagaimana menghormati usaha orang tua, dan juga berlakunya hukum karma. Pada akhirnya, bagi saya Sunny adalah sebuah paket komplit yang mampu menggugah hati saya untuk bisa tertawa lepas ketika momen menyenangkan itu hadir, namun juga berhasil membuat saya tersentuh ketika momen menyedihkan itu muncul. Karena itu, film ini pantas untuk saya acungkan jempol karena Sunny merupakan satu dari sekian banyak film yang tdiak akan membosankan jika kita tonton.
 






Selasa, 02 September 2014

Lagi, PT Pupuk Kaltim Raih Stand Terbaik Kategori Non-Pemerintah Pada Pameran Hari Koperasi Nasional Ke-67



Dalam event pameran, PT Pupuk Kaltim (PKT) lagi-lagi mengukir prestasi sebagai stand terbaik harapan I kategori non pemerintah. Kali ini, pameran bertajuk Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) ke-67. Pelaksanaan pameran berlangsung Kamis (19/6) hingga Minggu (22/6) di Lapangan Benteng, Kota Medan.  

Warih Saeko, koordinator pameran perwakilan PKBL PKT mengatakan, kegiatan pameran ini merupakan bagian integral dari puncak peringatan HARKOPNAS ke-67. Katanya, event ini bertujuan memperlihatkan eksistensi dan kemampuan mitra binaan dalam menghadapi persaingan, serta sebagai wujud upaya nyata dalam mendorong dan mengembangkan Koperasi dan UMKM.

“Prinsipnya melalui pameran ini ditargetkan mitra binaan dapat membangun wahana strategis bagi mempromosikan produk-produk unggulan,” katanya. Lanjutnya, kata Warih, selama 4 hari pelaksanaan kegiatan tersebut, diikuti dari berbagai instansi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, dan non pemerintah daerah. 

Berbagai acara pendukung pun ikut mewarnai dalam pameran tersebut. Mulai dari pawai budaya, karnaval, atraksi kesenian khas Sumatera Utara, band, lomba duta koperasi UMKM, lomba desain batik tulis khas kota Medan, lawak, lomba inovasi produk daur ulang, lomba tangkas terampil koperasi, dan lomba stand terbaik. Dan, untuk lomba stand terbaik PKT berhasil menjadi stand terbaik harapan I kategori non pemerintah dengan memenuhi kriteria penilaian dari sisi produk yang dipamerkan, serta cara pelayanan dan tatanan isi dalam stand itu sendiri.

Disampaikan pula, sebagai peserta pameran, pihak PKBL PKT sangat memberi apresiasi terhadap pameran HARKOPNAS ke-67. Pasalnya, selain kegiatan berlangsung meriah, stand PKT juga banyak diminati pengunjung. Ketertarikan pengunjung misalnya terhadap aneka kerajinan batu-batu dan kain Kaltim yang diwakili mitra binaan PKT asal Bontang oleh M. Amran dengan omset mencapai Rp. 12.000.000. Kemudian ada lagi mitra binaan PKT asal Kalimantan Selatan oleh Hakim melalui kerajinan batu-batu mulia mampu mencapai omset Rp. 15.000.000, serta mitra binaan PKT asal Kalimantan Barat dengan produk makanan kripik lidah buaya omsetnya senilai Rp. 5.000.000.  

Atas kegiatan ini, Warih berharap melalui pameran ini akan mampu menjadi sarana bagi terciptanya interaksi bisnis secara langsung antara mitra binaan dan pelaku usaha lainnya. “Pameran ini dapat dijadikan sebagai ajang komunikasi dan stimulasi untuk terus bermitra guna mengembangkan inovasi dan hasil karya mitra binaan,” jelasnya. (Irma Safni)

Senin, 01 September 2014

Belajar Menjadi IRT

Assalamualaikum...

Salam blogger,

Guyss...Sabtu (30/8) dan Minggu (31/8) kemarin Qado ke Balikpapan ada urusan cukup penting dengan rekan kerjanya. Sebab, kalau urusannya nggak penting semisal cuma mau jalan-jalan nggak jelas tanpa melibatkan aku yang sibuk ini pasti nggak akan dapat restu ataupun ijin dari Irma Safni. Hehe... Sebaliknya, Qado pun demikian halnya. Jadi, mau kemana pun, baik aku ataupun Qado kami pasti selalu memberitahu terlebih dahulu.

Selain Qado, yang bepergian ke luar kota juga adalah mamaku, kakakku, dan dua keponakanku Zahrah dan Kipli. Bedanya, Qado cuma 2 hari sedangkan mereka insya allah akan semingguan di kampung halaman (re: Sulbar). Karena itulah, selama semingguan ini aku akan menjadi ibu rumah tangga yang paling cantik secara wanita sendiri. Hehe...

Hmmm...di hari pertama dengan menu seadanya aku masak ayam goreng, ikan goreng, terus buat sambal bawang. Hari kedua, aku masak telur gammi. Payahnya, setelah masak gasnya habis. Haha...syukurlah masakan aku waktu itu sudah matang. Jadi, malamnya nggak sempat masak karena mesti nunggu gas dibeli dan ada yang masangin. Mau nggak mau, aba aku beliin aja dulu nasi goreng, sedangkan Rio dan aku asik menyantap mie rebus dan mie goreng. Sementara itu, tiba-tiba malam itu juga si my baby honey si Qado *tsaaah....akhirnya datang juga dari Balikpapan bawain JCO. Selanjutnya, malam ini aku mesti mikir lagi buat masak apa yah?

Btw, asik juga yah jadi ibu rumah tangga. Yaah...itung-itung anggap aja selama semingguan kedepan ini aku lagi belajar mempersiapkan diri sebelum terjun dalam kehidupan nyata buat ngurusin suamiku tercinta nanti Qado. Eeeeaaaa.....

Cukup sekian dulu yah guyss, karena aku mau lanjut mempersiapkan diri ngurusin sesuatu yang hari ini cukup ngebuatku dan Qado shock. Karena itulah, kami berdua akan bersama menjadi detective untuk menguak misteri "kilometer berjalan". Hihii...semoga akan sempat aku ceritakan dihadapan kalian guyss. Mohon doanya aja yaah....thx a lot.

Bubyee... ^_^