Sabtu, 21 September 2013

Cerita dari Perbatasan Indonesia



             Dalam pelaksanaan KKN UGM antar semester Juli-Agustus 2011 silam, aku bersama teman-teman unit 31 mengambil tema Pemetaan dan Konsolidasi Rasa Nasionalisme. Tempat KKN kami di daerah perbatasan Indonesia Desa Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Saat disana kami ingin memposisikan diri sebagai tim yang ingin memberikan pola pikir kepada masyarakat tentang pentingnya menanamkan rasa nasionalisme, serta kami ingin mengambil peran yang lebih aktif untuk memperkokoh nasionalisme masyarakat.
Tampak Singapura dari Pulau Pemping


            Hal ini menjadi penting karena Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merupakan salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Letak geografis ini membuat Kepri mendapat terpaan arus globalisasi yang cukup deras. Terutama di Desa Pemping, Kecamatan Belakang Padang yang merupakan salah satu pulau terluar di Kepri. Di Pulau ini sendiri terdapat patok atau tugu yang menandakan batas darat terakhir Indonesia dengan negara tetangga, yaitu Singapura. Namun masyarakat disana masih mendapatkan perhatian yang kurang dari pemerintah. 
Barang bawaan kami betapa rempongnya haha....
 
Selamat datang di Pulau Pemping

            Sebut saja dalam penyediaan public goods seperti, pengadaan listrik yang minim dari pemerintah daerah setempat. Padahal listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat dunia, tapi masih sulit didapat oleh warga pemping. Melihat globalisasi sebagai fenomena yang tidak dapat dihindarkan, maka Indonesia seharusnya melakukan pembenahan dari dalam. Wilayah perbatasan tidak boleh dijadikan sebagai ‘halaman belakang rumah’ Indonesia. Akan tetapi, dengan sudut pandang yang berbeda kita harus melihat wilayah perbatasan sebagai ‘teras rumah’ Indonesia sehingga wilayah perbatasan haruslah memiliki public goods yang sama dengan pusat-pusat kota lain di Indonesia.

            Melihat keadaan yang terjadi tersebut, kami pun berpikir bahwa hal ini adalah salah satu masalah yang cukup dilematis. Dengan kondisi fasilitas publik yang terbatas, serta letak geografis yang cukup jauh dari pusat kota sehingga peran negara dirasa cukup minim, maka kami ingin mengidentifikasi mengenai nasionalisme masyarakat di wilayah tersebut terhadap Indonesia. Dengan demikian, beberapa program unggulan dari KKN yang kami laksanakan disana diantaranya, adanya pendidikan politik dan hukum agar masyarakat tidak mudah tergiur ajakan illegal dari negara lain yang dapat menimbulkan ketergantungan, menumbuhkan karakter bangsa yang kreatif melalui berbagai macam kegiatan yang bertujuan untuk menanggulangi kekhawatiran akan tipisnya rasa nasionalisme dengan kegiatan-kegiatan yang meng-empowering masyarakat setempat. 
Lihatlah Menara di belakang kami, itu menadandakan batas darat terakhir Indonesia dengan Singapura

            Dengan dijalankannya KKN-PPM tentang Nasionalisme dari kami, harapannya adalah wilayah perbatasan dapat menjadi pagar utama penjaga kedaulatan Indonesia yang kokoh. Sebab, keamanan merupakan modal utama berjalannya stabilitas dalam negeri dalam berbagai bidang, namun keamanan niscaya tidak dapat terjadi jika rasa cinta akan tanah air pada level masyarakat tipis. 
Inilah tempat tinggal kami selama hampir 2 bulan di Pemping

Di bawah ini dapat dilihat beberapa pelaksanaan kegiatan yang telah kami lakukan, sebagai berikut :
 
1.      Pembinaan perpustakaan sekolah



Pada dasarnya ketersediaan jumlah buku yang ada di perpustakaan SDN 009 Belakang Padang tersebut dapat terbilang banyak. Akan tetapi, cukup miris melihatnya karena buku-buku yang telah disediakan ternyata memiliki daya tarik yang kurang menarik bagi para siswa untuk membacanya. Dengan kata lain,  minat baca yang dimiliki oleh para siswa disini masih terbilang sangatlah rendah. Minat baca ini harus ditumbuhkan untuk meningkatkan pengetahuan mereka di masa depan terutama yang berhubungan dengan tema nasionalisme. Oleh karena itu, telah dilakukan beberapa kegiatan yang diharapkan akan mampu meningkatkan peran perpustakaan sekolah sebagai sarana peningkatan budaya baca siswa yang belum berjalan optimal. Diantaranya adalah dengan terlebih dahulu melakukan survey ke SDN 009 Belakang Padang, izin kepada kepala sekolah, hingga merancang simulasi pembinaan perpustakaan sekolah. Bentuk pembinaan yang dilakukan diantaranya adalah dengan membacakan buku cerita edukasi anak, diskusi dari buku yang telah dibaca, dan pemberian permainan yang bertujuan menumbuhkan ketertarikan mereka dengan dunia baca. 
Pembinaan Perpustakaan Sekolah




2.      Kegiatan lomba di SD



            Untuk memperingati kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus, maka kami melakukan berbagai rangkaian kegiatan lomba di SD. Karena pada Agustus tersebut akan bertepatan dengan bulan ramadhan, kegiatan lomba pun akhirnya dilaksanakan sebelum pelaksanaan puasa yaitu pada pertengahan bulan Juli bertempat di SDN 009 Belakang Padang. Acara yang dilaksanakan alhamdulilah berjalan begitu khidmat, lancar, dan cukup meriah. Beberapa kegiatan lomba yang telah berhasil diselenggarakan adalah cerdas cermat yang terkait dengan segala pengetahuan tentang Indonesia. Beberapa lomba yang lain adalah panjat pinang, balap karung, lomba puisi dan lomba menyanyi lagu daerah dan nasional. Pada saat pelaksanaan, judul puisi yang harus dibawakan oleh masing-masing peserta adalah Karangan Bunga karya Taufik Ismail. Sedangkan untuk lomba menyanyi lagu daerah yang wajib dibawakan adalah lagu yang berjudul Belakang Padang Pulau penawar Rindu yang berasal dari daerah mereka sendiri yaitu Kabupaten Batam serta kemudian lagu nasionalnya adalah lagu Indonesia Raya. Pada akhirnya acara puncak pun diselenggarakan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang yang diikuti pula dengan adanya acara hiburan.
 
Persiapan kegiatan untuk memperingati HUT RI


 
Lomba Panjat Pinang di Laut....Serunyaaa....

 
Ini sedang bernyanyi loh...  Nah mereka yang sedang duduk di rumput itu lagi menunggu antrian untuk dipanggil maju.





 
Lomba balap karung





Pembagian hadiah buat para pemenang
Teks Lagu Belakang Padang yang ditulis oleh Seorang Siswa





3.      Penyuluhan di Sekolah

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SDN 009 Belakang Padang, disini para siswa ternyata memiliki pemahaman yang kurang mengenai kebersihan lingkungan. Karenanya dilakukannya penyuluhan di sekolah tidak lain berangkat dari kegelisahan yang timbul karena seringnya melihat kebiasaan para siswa yang selalu membuang sampah tidak pada tempatnya sehingga akan dapat berdampak terhadap kebersihan lingkungan yang mana sampah akan semakin menumpuk dan apabila tidak ditanggulangi sesegera mungkin, maka menjadi penting kemudian untuk dilakukan pula penyuluhan mengenai pengelolaan sampah baik organik maupun non-organik. Tentu saja penyuluhan ini menjadi penting sebab lingkungan yang bersih akan membuat siswa menjadi nyaman dalam proses belajar mengajar. Tidak hanya itu, penyuluhan yang diberikan pun banyak terkait dengan nasionalisme yakni bagaimana mereka agar memiliki  pengetahuan yang luas mengenai Indonesia sehingga diharapkan semua murid dapat mengetahui apa yang dimiliki oleh bangsanya dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme bagi para siswa.
Persiapan untuk memberikan penyuluhan



4.      Penyuluhan untuk kelompok wanita



            Tidak jauh berbeda dengan para siswa di SDN 009 Belakang Padang, ternyata Ibu-Ibu yang berada disana yang seharusnya menjadi teladan bagi anak-anaknya justru tak jarang ditemui pula acuh terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, dilakukan pula penyuluhan yang diperuntukkan bagi kelompok wanita khususnya kepada Ibu-Ibu. Selain memberikan penyuluhan yang terkait dengan kebersihan lingkungan dan bagaimana seharusnya sampah dikelola dengan baik, disini Ibu-Ibu diarahkan pula untuk memahami nasionalisme. Salah satu bentuknya adalah penanaman rasa cinta terhadap penggunaan produk-produk dari buatan bangsa sendiri. Hal ini menjadi penting mengingat daerah yang menjadi lokasi KKN kami (Pulau Pemping) yang merupakan pulau terluar Indonesia dan berada di daerah perbatasan dengan Singapore tentu saja akan banyak sekali barang impor yang begitu mudah berdatangan dari negara tetangga.
Bersama Ibu-Ibu untuk memberikan penyuluhan dan sekaligus membuat kerajinan dari daur ulang sampah



5.      Penyuluhan tentang kesenian/tradisi/peninggalan sejarah



            Indonesia adalah negara yang memiliki kesenian/tradisi/peninggalan sejarah yang sangat kaya. Karena itu, kekayaan yang dimiliki tersebut hendaknya selalu dipertahankan dan dijaga sehingga akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuk bangsa ini. Dan sebagai bentuk nyata untuk merealisasikannya adalah kemudian dilakukan penyuluhan yang berupa pengenalan beberapa peninggalan sejarah yang ada di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah peninggalan candi-candi/kerajaaan yang ada di Indonesia. Selain itu, para siswa pun khususnya kelas 5 dan 6 yang merupakan objek utama dalam penyuluhan ini diarahkan pula untuk mengenal tari-tarian daerah serta tidak ketinggalan pula pengenalan akan pemahaman adat-istiadat dan lagu-lagu daerah yang berasal dari pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan para siswa tidak akan buta akan kesenian/tradisi/peninggalan sejarah yang dimiliki oleh bangsanya sendiri. Dalam melakukan kegiatan ini alhamdulilah para siswa begitu sangat antusias dan dari sini dapat diketahui pula bahwa jiwa seni yang mengalir pada anak-anak melayu ini begitu kuat terbukti dengan cepatnya mereka menangkap sesuatu hal dari apa yang telah disampaikan.   
Sedang Melatih Koreo ke Anak-Anak



 
Setelah dilatih kesenian, anak-anak ini menampilkan persembahan yaitu, bernyanyi dan menari

Menari Saman

6.      Pemberian pelajaran tambahan di SD



            Pelajaran tambahan yang diberikan berawal dengan melihat kapasitas dari tenaga pengajar yang kurang. Dalam hal ini adalah mata pelajaran Bahasa Inggris. Dimana tenaga pengajar yang tersedia hanya ada satu guru untuk enam kelas dari kelas 1 sampai dengan 6. Tentu saja dengan realitas yang ada di lapangan dimana 

terbatasnya tenaga pengajar tersebut telah membuat kegiatan belajar mengajar pun menjadi terhambat. Sebelum mengajar para siswa yang kami ampuh diberikan penjelasan silabus yang telah disesuaikan dengan kurikulum dari SDN 009 Belakang Padang. Beberapa materi yang sempat diberikan adalah mempelajari tentang daily activity, membaca kalimat, membuat kalimat tanya dan menjawab, perkenalan dalam Bahasa Inggris, pengumpulan vocabulary, menyanyi dalam Bahasa Inggris, dan pemberian pekerjaan rumah. Kelemahan yang didapat dari murid-murid kebanyakan diantaranya masih memiliki rasa ketertarikan yang sangatlah kurang. Menurutnya pelajaran Bahasa Inggris ini terbilang susah dan pengucapannya pun dianggap sangat teknis.

Mengajar Bahasa Inggris
Inilah kondisi ruang kelas SDN 009



7.      Pembinaan TPA



            Pelaksanaan kegiatan pembinaan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) biasanya dilakukan pada saat murid-murid SD telah pulang dari sekolah yaitu dari siang hingga sore hari. Santriwan dan santriwati TPA disini terbilang cukup banyak sekitar 40. Akan tetapi, jumlah tenaga pengajar yang tersedia memiliki keterbatasan yaitu hanya sekitar 3 orang. Para santriwan/santriwati yang mengikuti TPA ini dapat dikatakan telah banyak yang pandai dalam mengaji sehingga ketika diberikan pengajaran kepada mereka tidak begitu ditemukan kesulitan. Hanya saja disini aku dan teman-teman lebih mempertajam lagi tingkat pengetahuan mereka dengan memberikan ilmu tajwid dan cara membawakan bacaan Al-quran dengan lantunan musabaqah tilawatil quran (MTQ). Pemberian bimbingan MTQ ini dikhususkan bagi para santriwan/santriwati yang telah berada pada bacaan jus yang cukup tinggi seperti telah memasuki bacaan diatas jus 15. Selain itu, pada saat jam istirahat para santri pun juga diarahkan untuk bernyanyi lagu-lagu yang bernafaskan Islam, tepuk anak sholeh, dan beberapa permainan untuk mengisi jam kosong mereka.
Pembinaan TPA



8.      Kegiatan pengajian/peringatan keagamaan



            Di tanah melayu ini dapat dikatakan wujud perhatian warga terhadap kegiatan keagamaan cukup kental. Sehingga dilakukannya kegiatan pengajian/peringatan keagamaan juga merupakan sebagai bentuk strategi pendekatan kepada warga khususnya kepada Ibu-Ibu sebab dalam kegiatan inilah mereka semua berkumpul. Dengan adanya kegiatan ini tentu saja cukup membantu aku dan teman-teman apabila kami semua ingin memberikan pengumuman yang terkait dengan program karena pada saat itulah dapat dikatakan sebagian besar Ibu-Ibu banyak yang menghadiri aktivitas tersebut. Wujud kegiatan yang telah dilakukan adalah dengan mengadakan pengajian pembacaan surat yasin serta mengadakan tadarus Al-quran bersama. 
Kegiatan keagamaan dengan para siswa

Kegiatan keagamaan dengan ibu-ibu

Dengan melihat segala keterbatasan yang ada pada masyarakat Pemping, tentu saja segala upaya kegiatan untuk memberdayakan masyarakat telah dilakukan. Hanya saja semua itu harus pula didukung oleh kerjasama dengan seluruh pihak di sana agar apa yang telah diberikan dapat berjalan berkesinambungan. Dengan perkataan lain apa yang telah diberikan tidak dimaknai sebatas pilot project saja, tetapi akan ada tindak lanjut yang dilakukan oleh beberapa pihak. Dalam hal ini misalnya, peran dari guru-guru yang tidak hanya sekedar sebagai tenaga pengajar tetapi juga seharusnya memiliki tanggungjawab untuk mendidik dan memberikan perhatian yang lebih maksimal lagi kepada anak-anak didiknya. Tidak hanya itu, tentu saja peran dari orang tua pun sangat dibutuhkan. Disamping itu, diharapkan pula ada wujud perhatian yang lebih baik lagi dari pemerintah kepada warga Pemping misalnya dalam pemberian fasilitas dan berbagai prasarana dan sarana pendukung lainnya. Apalagi daerah tersebut berada di daerah perbatasan sehingga jangan sampai masyarakat akan merasa dikesampingkan oleh bangsanya sendiri sementara ada negara tetangga yang telah bersiap sewaktu-waktu bisa jadi dapat menggoyahkan rasa cinta mereka terhadap tanah air Indonesia.

Berikut beberapa foto-foto kegiatan lainnya : 
Listrik di Pemping hanya menyala dari jam 18.00-22.00 setelah itu padam. Namun, tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap beraktivitas. Sinyal disana pun susahnya bukan main, tapi hati kami tetap bisa selalu bahagia dan bibir pun tetap bisa selalu tersenyum :)


 
Kami harus mengambil air di sumur lalu mengangkutnya

Bermain speedboat yeaaah
Laskar cilik melayunya Indonesia
Malam Perpisahan kami bersama warga pemping diisi dengan berbagai pentas seni

 
Bantuin ibu-ibu masak karena di Pemping ada yang mau acara nikahan



 
Inilah Tim KKN UGM Unit 31 bersama Dosen Pendamping dan Dua Pejabat Camat Setempat

Tidak ada komentar: