Rabu, 28 September 2016

#Part-8 Keliling Indonesia : Jambi

   26 Juli s.d 01Agustus 2016 lalu alhamdulilah bisa mengunjungi lagi salah satu kota di Indonesia yaitu, Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi. Bahagia banget pastinya karena Kota ini baru pertama kali dipijak. Kesini dalam rangka tugas perusahaan mengikuti Pameran Indonesia City Expo.

             Sekilas tentang pameran ini :

Pameran Indonesia City Expo merupakan kegiatan tahunan. Tahun 2016 ini adalah penyelenggaraan ke-14 kalinya yang diperuntukkan bagi instansi pemerintah melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), perusahaan BUMN/BUMD, UMKM, Institusi Pendidikan, serta sektor informal.
Dalam pameran yang berlangsung di Jambi tanggal 26 Juli s.d 01 Agustus 2016 oleh PT. Antheus Indonesia Organizer, dilakukan pula serangkaian kegiatan pendukung meliputi musyawarah nasional APEKSI, pawai budaya, penanaman pohon khas daerah, dan pertunjukan seni budaya nusantara.
Indonesia City Expo 2016 menawarkan kesempatan berpromosi yang sangat baik untuk dapat mengoptimalkan branding dan image dari produk perusahaan dikalangan pejabat dan pengusaha. Oleh karena itu, disinilah salah satu upaya dari PT Pupuk Kaltim (re : nama perusahaan tempat penulis bekerja) untuk dapat selalu melibatkan mitra binaannya dalam ajang pameran dengan didasarkan keyakinan bahwa pameran ini bernilai positif bagi hubungan perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat.
  
Tujuan :


1.       Mempublikasikan perkembangan usaha di setiap Kota.
2.     Mendorong mitra binaan untuk melakukan strategis pemasaran dan memperluas promo produk unggulan.
3.       Ajang tukar informasi perkembangan produk kepada pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.



e                 Pengunjung Stand
1.       Pejabat pemerintah dan swasta
2.       Investor dan buyer
3.       Pengusaha
4.       Pelajar/Mahasiswa
5.       Masyarakat lokal dan luar daerah

                  Produk yang ditampilkan Mitra Binaan PT Pupuk Kaltim

1.       Kerajinan khas Kaltim : Tas manik-manik, batu permata, kalung, gelang, kain Kaltim, dan lain-lain
2.       Olahan rumput laut Khas Kampung Malahing : Amplang, stick, snack kertas, kembang goyang, ceker rumput laut.
 Bagi saya pameran kali ini cukup berkesan karena dibumbui beberapa kegiatan yang menarik diantaranya :

- Sebelum acara pembukaan, dilakukan terlebih dahulu rangkaian pawai budaya yang pesertanya langsung dari perwakilan Kota-Kota di Indonesia. Untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur cukup banyak Kota yang terlibat. Ada Bontang, Samarinda, Balikpapan, dan Tarakan. Kota lain yang ikut mewarnai pawai budaya ini ada Bandung, Aceh, Banten, Banjarmasin, Palembang, Medan, tentunya ada tuan rumah (Jambi), dan masih banyak lagi yang lainnya. 

- Selain itu, di panggung utama setiap harinya selama pameran berlangsung ditampilkan pentas seni khas daerah masing-masing.

- Uniknya kegiatan ini sampe dihadiri masing-masing Kepala Daerah. Termasuk Walikota Bontang Ibu Neny juga turut hadir, tapi sayangnya malah nggak ketemu beliau. Justru saya ketemu dan sempat foto bareng dengan Walikota Bandung Kang Emil (Bpk. Ridwan Kamil), Ibu Airin (Walikota Tangerang Selatan), dan Gubernur Jambi yang kece Bapak Zumi Zola. Sebagai rakyat biasa, sekilas saya menilai para pemimpin yang sempat bertemu dengan saya ini adalah sosok yang ramah dan mengayomi. Nggak salah, kalau beberapa media memberikan pemberitaan yang positif tentang para pemimpin ini. Semoga saja, bukan pencitraan semata yah. Hehe... 

- Sepertinya Jambi memang bukan kota yang terkenal untuk berwisata. Bahkan mungkin diantara kita ternyata nggak tahu kalau Jambi itu ada di pulau Sumatra. Pada saat disana, memang untuk tempat wisata Jambi belum memiliki tempat yang fenomenal katakanlah seperti Candi Borobudur, keindahan pantai yang bak surga seperti di Bali. Tapi, setidaknya dalam sajian tempat wisata, Jambi mulai berupaya berbenah diri melalui hal yang simpel seperti penataan taman. 

Disana sekumpulan taman sekecil apapun, pasti diberi identitas. Tapi, sayang sekali saya nggak sempat mendokumentasikannya. Karena itulah, saya dan rombongan hanya bisa menyempatkan waktu ke Candi yang bernama Muaro Jambi. Candinya memang nggak sebesar Prambanan, namun viewnya cukup asik kok buat ajang selfie dan wefie (re : foto-foto). Tempat lain yang berhasil kami singgahi ditengah-tengah kepadatan jadwal pameran adalah Masjid Agung Al-Falah yang terkenal dengan sebutan "Masjid 1000 tiang", nongkrong sambil makan malam di tepian sungai Batanghari, serta rumah adat. Selebihnya kami hanya melewati saja tanpa turun langsung ke lokasi seperti Taman Rimba, Taman Mini, pasar keramik Sitimang, dan Jambi juga punya Monas loh.
Candi Muaro Jambi
Candi Muaro Jambi

Taman Mini Jambi
Taman mini


Monas Jambi
Monas Jambi


- Meskipun tempat wisata disana nggak banyak. Jambi memiliki keseruan dari sisi kulinernya. yang rasanya oke banget. Tentunya cocok banget dengan lidah saya yang sangat mencintai masakan ala-ala Sumatra. Jenis kuliner disana, sebenarnya masakan yang sama pada umumnya sering dijumpai seperti pindang ikan, cumi, udang, racikan daging ayam, sapi, dan lainnya. Hanya saja Jambi punya khas akan santan kental, dan memiliki kekuatan dalam mengolah bumbu rempah-rempah menjadi sajian lezat.







- Selama di Jambi, tanpa sadar saya ikut terbawa juga dalam logat melayu saat berbicara dengan orang disana. Terutama pas lagi belanja, biar dikira orang Jambi gitu jadi nggak dikasih mahal-mahal. Hehe...

Sekian dulu yah catatan perjalanan keliling Indonesia di part 8 ini, karena lagi asik juga ne nonton moto gp di sebuah cafe pinggir pantai bersama suami. Hihiii....

Salam,



   





Sabtu, 06 Agustus 2016

#Part-7 Keliling Indonesia : Kupang, Nusa Tenggara Timur

Sebagaimana posting yang sudah pernah aku sampaikan di blog perihal keinginan untuk bisa mengelilingi Indonesia, maka di part-7 keliling Indonesia ini edisi selanjutnya yang akan menjadi goresan tangan adalah Kota Kupang, NTT. Sebelum sampe ke Kota ini, kalau berangkat dari Balikpapan kita akan transit di Surabaya. Lumayan lama juga nunggu waktu penerbangan. Belum lagi pas delay. Jarak tempuh Surabaya-Kupang hampir 2 jam.
Istirahat, transit Surabaya
Akhirnya tiba di bandara El Tari Kupang

Prinsipnya itu, aku happy banget ke daerah yang sebelumnya belum pernah aku kunjungi. Tahun lalu Juni 2015 (maaf baru sempat ditulis) hehe... alhamdulilah berkat tugas perusahaan, bisa berkunjung ke Kupang, NTT. Waktu itu dalam rangka mengikuti pameran Hari koperasi nasional. Kupang bisa dibilang kota yang masih berproses untuk berkembang. Fasilitas ketersediaan air bersih masih susah. Terbukti masih ada sebagian warga yang harus menampung air bersih yang diambil dari sumber air ditengah kota.
Dari sisi infranstruktur belum terlalu banyak bangunan tinggi yang menonjol. Mall dan bioskop belum ada. Hanya saja untuk hotel sudah lumayan menjamur. Disisi lain disana banyak menyimpan "surga tersembunyi". Namun karena terbatasnya jarak dan waktu, aku dan rombongan cuma bisa "menyicipi" keindahan di 1 tempat wisata yaitu Lasiana Beach.

Sebenarnya masih banyak keindahan lain disana. Hanya saja mesti ditempuh sekitar 3 jam lebih perjalanan. Seperti Labuan bajo, danau kelimutu, taman nasional komodo, pink beach, dan lain-lain.
Lasiana beach


Hal yang membuatku agak kurang nyaman disana adalah kulinernya. Betapa tidak, banyak banget aku lihat warung makan/restaurant yang bertuliskan menyediakan daging "haram".
Menunggu makan siang disajikan


Padahal kalau ke kota orang yang paling dicari terlebih dahulu adalah kulineran. Masakan disana menurutku enak aja sih, tapi karena maaf disana mayoritas non- muslim jadi agak was-was kalau ada makanan mengandung daging yang diharamkan bagi umat muslim. Kalau pun misal tidak mengandung "itu" bisa saja kurang steril karena pemilik warung/restaurant sebagian ada juga yang sambil memelihara hewan tersebut disekitaran dapur.
Pemandangan di belakang hotel

Tapi, apapun itu aku tetap enjoy banget kok menikmati suasana di Kupang. Orangnya ramah-ramah, pemandangannya asik, dan menghiburlah.
Di panggung ceremony acara Harkopnas Expo 2015


Senin, 30 Mei 2016

Kasak Kusuk Hati Menyambut Ramadhan

Bontang habis diguyur hujan ne guys. Pulang ke rumah tadi pas jam istirahat jadinya full kebasahan. Sampai saat ini masih saja kedinginan ditambah suhu AC di ruangan yang juga dingin banget. Di sela-sela kesibukan pekerjaan ini, cuma mau sedikit berkicau perihal kedatangan bulan nan suci mulia Ramadhan yang tinggal menghitung hari.

Dari jaman bocah sampe sekarang alhamdulilah yah hati ini selalu diselimuti kebahagiaan setiap denger Ramadhan mau datang. Padahal di bulan itu, kita mesti nahan lapar, haus, dan nahan dari nafsu amarah dan lain sebagainya. Meskipun banyak yang harus ditahan, hawa-hawanya itu ya tetap nyenengin aja. Mungkin karena segala hal yang kita tahan itu bernilai pahala besar di mata Allah SWT. 

Saat bocah, ramadhan memiliki cerita bahagia tersendiri. Begitu juga saat sekarang aku sudah berkeluarga punya cerita bahagia tersendiri. Begitu bahagianya, pada tahun-tahun sebelumnya sampai sekarang aku aktif banget nulis kesan-kesan menyambut bulan yang mulia.

Ramadhan datang bersiap melakukan hunting takjil, safari tarawih (re: keliling masjid), buka bareng keluarga, sahabat-sahabat, sahuran bareng suami tercinta, dan pada akhirnya menyambut indahnya lebaran.




Minggu, 01 Mei 2016

Corat Coret yang Berujung ke 15 Mei

Sebenarnya belum ada bahan untuk ngeblog. Ceritanya ini sekarang lagi sama kekasih halalku nungguin scoopy diganti olinya. Si ayang lagi asik coc, aku intinya cuma mau corat coret aj ne guys. Hehe...

Nggak kerasa yah guys udah Mei aja. Cie...yang ntar lagi mau ulang tahunan bareng di 15 Mei. Btw di tanggal ini nanti aku bakal sibuk ngurusin pameran khatulistiwa expo tanggal 15 sd 21 Mei 2016 di Gedung koperasi PKT Bontang. Dan si ayang kayaknya pas tanggal 15 Mei masuk malam.

Saat ini aku sudah mulai mikir ntar mau buat acara apa yah? tumpengan kah atau nyediain kue tart lagi kayak waktu ultah tahun 2014 dan anniversary pernikahan tahun 2015. Kalau ultah tahun lalu sih 2015 nyediain puding jelly art. Tahun ini asiknya apa yah? Terus ngasih kado ke suami apa yah? Ada saran ide nggak guys? Hihi...


Kalau kado dari suami sih insya allah aku sudah tau. Tinggal tunggu waktu yang tepat aja sih katanya buat ngasih ke aku. 

Hayo, tebak apaan yah kira-kira? tunggu aja yah di catatan blogku selanjutnya. Bubye....

Salam,

-Safni

Senin, 14 Maret 2016

Kepergian Seorang Veteran Tersayang

Minggu, 13 Maret 2016 kesedihan melandaku di dalam bus samarinda menuju Bontang. Sebelumnya Sabtu, 12 Maret 2016 saya berada di Samarinda untuk jenguk aba yang lagi di rawat inap di RS AW. Sjaharanie. Dalam bulan ini pikiran saya dan mama cukup resah. Di satu sisi mesti fokus nemani aba yang lagi sakit. Tapi, di sisi lain mama juga resah mikirin kakek (re: bapaknya mamaku) yang kondisinya juga sedang sakit keras.

Karena itulah, mama rencana akan ke Sulawesi tanggal 13 Maret 2016 setelah aba kondisinya sudah agak stabil dan sudah masuk dalam ruang perawatan. Singkat cerita rencana itu pun siap dijalankan mama dan kakakku Serli sudah packing. Minggu itu sekitar jam 09.00 WITA saya diantar kakak ipar menuju terminal Lempake, setelah itu ia niat nyariin travel untuk mama dan istrinya ke pelabuhan Balikpapan karena rencananya memang naik kapal.


Dalam perjalanan sudah di pusat Kota Balikpapan mama ditelfon Kak Acong (re: kakak ipar saya) bahwa Kanne (re: Kakek) kami di Sirindu Sulawesi Barat telah dipanggil oleh-Nya. Innalillahiwainnailahirojiun. Saat itu juga rencana sedikit berubah awalnya naik kapal jadinya mesti ke bandara untuk booking tiket pesawat. Alhamdulilah dapat tiket ke Makassar jam 20.55 WITA dan nyampe di Sirindu sekitar pukul 04.00 WITA.

Setelah kabar meninggalnya Kakek saya cukup terpukul. Sebab, meskipun kami tidak tinggal 1 kota kami berdua sangat dekat. Sampai-sampai foto saya masih selalu ada di dompet beliau. Pernah pula saya masuk koran, lalu koran itu sampe diguntingnya buat disimpan juga di dompetnya. Dan, kalau ke Sulawesi saya pasti senang banget. Pasalnya, saya selalu merindukan Kakek dan Nenek ditambah pemandangan disana yang asik dan asri banget. Pegunungan, pantai, ikan terbang, dan pasar yang adanya hanya setiap hari Kamis dan Jumat sungguh membuatku terpesona.

Dengan meninggalnya Kakek, itu artinya setiap saya pulang ke Desa mama di Sirindu wajahnya nggak akan pernah saya lihat lagi. Terbayang senyumnya, tongkatnya, kopiahnya, seragam Polri yang selalu beliau banggakan karena memang beliau adalah seorang veteran yang dahulu ikut terlibat dalam perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Setiap ke Sirindu, Kakek pasti akan mengajak kami berlibur di tempat wisata bendungan. Baginya tempat tersebut sangat bersejarah, disana ia pernah melakukan peperangan melawan penjajah.

Kini, Kakek telah dipanggil oleh-Nya di umur 102 tahun dengan meninggalkan 8 orang anak kandungnya, cucu sekitar 10 lebih dan cicit juga sekitar 10 lebih. Jasadmu mungkin sudah tiada kek, tapi semua tentangmu akan selalu tertanam di hati. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosamu semasa hidup, dan menerima pula amalan yang engkau lakukan di dunia. Insya allah khusnul khotimah dan ditempatkan bersama orang-orang yang bertaqwa. Amin Yarabbal Alamiin....


Cucumu yang menyayangimu,
-Safni









Sabtu, 20 Februari 2016

Tentang Berat Badan (BB)

Kebanyakan cewe selalu asik ngurusi berat badannya. Mungkin saya adalah salah satunya. Hehe... Tapi kalau saya sebenarnya nggak terlalu fanatik tentang hal itu. Intinya yang penting saya nggak keliatan kurus banget sudah syukur. 

Sejak SD yang saya ingat dari kelas 5, SMP, SMA hingga kuliah berat badan saya selalu di angka 40 - 43 kg dengan tinggi 150-151 cm. Baru merasa penting buat merhatiin berat badan itu semenjak di bangku kuliah. Alasannya karena sering dikomen teman2 terlalu kurus kaya nggak pernah dikasih makan aja. Haha

Okesiplah saat itu juga saya mulai bertekad gimana caranya agar berat badan bisa ideal. Usaha pertama adalah searching di google tips menggemukkan badan, nanya teman yang sukses naikin BB, dan lain-lain.
Jaman kurusan
Hal pertama yang saya lakukan adalah minum jamu beras kencur. Untungnya tiap pagi dulu di kosan saya klebengan jogja ada tukang jamu yang sering lewat jadinya gampang aja dapetinnya. Efek jamu itu ngebuat nafsu makan saya jadi besar loh. Hehe....

Kedua, minum susu appeton weight yang harganya untuk ukuran mahasiswa mahal banget. Yaiyalah harganya hampir dua ratus ribu. Padahal susu bendera bubuk aja nggak sampe segitu. 

Singkat cerita saya berhasil naikin BB waktu itu naik 3 kg dari 43 menjadi 46. Lambat laun pas lulus kuliah dan kembali ke Bontang saya kembali kurus sekira 40-43 kg. Haha... Akhirnya mulai lagi minum susu appeton weight, Paling banter naik 2 kg aja. Oh iya target BB saya adalah 50 kg guys...
Setelah menikah yaa lumayanlah udah ideal 
Pada akhirnya target 50 kg tersebut hingga sekarang menulis ini akhirnya tercapai. Itupun setelah saya menikah sekarang mencapai 53 kg. Hihi...

Sabtu, 30 Januari 2016

Get Well Soon Aba

Saat nulis ini aku sedang berada di Rumah sakit umum daerah Bontang. Sejak 28 Januari 2016 abaku masuk RS. Sekira pukul 00:30 WITA adek dan kakakku datang ke rumah itu dalam keadaan aku dan suami sudah tidur. Tiba-tiba ngabarin bahwa aba harus ke RS karena mendadak kejang-kejang dan panasnya tinggi banget. 


Tanpa berpikir panjang kita langsung siap-siap kesana menuju IGD. Hasil dari dokter aba ternyata harus dirawat inap karena masalah saluran kencingnya dan katanya ada gejala jantung juga. Hiks... 

Ini adalah yang kedua kalinya abaku dirawat inap di RS. Sebelumnya aba sudah pernah dirawat juga bahkan sampai dioperasi di Rs. PT Badak sekira 15 tahun yang lalu (re: dulu aku masih kelas 5 sd). Ingat banget dulu aku dan mama sering nangis lihat kondisi aba. 

Dan, tahun ini aku harus ngelihat aba lagi dirawat. 
Kalau lihat orang yang disayang sedang sakit itu rasanya sediiiiiih banget. Kadang terlintas pikiran kalau tiba-tiba terjadi kejadian itu sungguh aku belum siap ya allah. 😢
Yang penting sekarang ini aku banyak doa aja guys mohon bantuan doanya juga yah, semoga abaku diberi panjang umur karena masih ada 3 hal lagi yang aku pengen wujudkan keinginannya di dunia ini. Amiiin YRA....

Tuhan tolonglah betapa sesungguhnya aku mencintai aba. Waktu kecil aba lah yang lebih sering mandiin aku. Kadang sampai harus melarikan diri kalau sudah disuruh mandi lagi karena kalau badanku digosok pasti dibersihin banget sampe nangis muka kepedasan. Hihi... 


With love,
Safni yang sedang bersedih di RS :(