Sabtu, 30 Mei 2015

Pelatihan Tata Boga 2015



              I.        PENGANTAR

Pelatihan tata boga (aneka kue basah dan kue kering) bagi Mitra Binaan PT Pupuk Kaltim dilaksanakan atas kerja sama Departemen PKBL PT Pupuk Kaltim dengan LKP BBEC Kota Bontang pada tanggal 2628 Mei 2015, bertempat di Gedung Diklat Lantai 3 PT Pupuk Kaltim.

Pelatihan ini merupakan wujud kepedulian PT Pupuk Kaltim untuk terus memberikan program pendidikan kewirausahaan bagi mitra binaan. Sejalan dengan itu, perusahaan pun tak henti-hentinya melatih dan membina masyarakat untuk menjadi wirausaha mandiri khususnya dalam usaha tata boga.

Untuk mengetahui hasil pelatihan, berikut kami sampaikan laporan pelatihan mencakup : tujuan pelatihan, materi pelatihan yang diberikan, jumlah jam efektif, hasil evaluasi yang dicapai, dan hal-hal lain yang dilaporkan atas jalannya pelaksanaan pelatihan.

            II.        TUJUAN PELATIHAN

Tujuan :
ü  Membangun keterampilan dan kreativitas kepada mitra binaan terutama di bidang tata boga.
ü  Agar masyarakat dapat berwirausaha mandiri, baik perorangan maupun dengan cara berkelompok.
ü  Masyarakat diharapkan memiliki kecakapan hidup dan daya saing yang tinggi untuk meraih harapan masa depan yang lebih baik.
ü  Mendorong dan menciptakan wirausahawan baru melalui pelatihan yang didukung oleh dunia usaha dan industri,  mitra-mitra usaha, instansi terkait sehingga dapat menciptakan lapangan kerja/usaha baru.

           III.        PELAKSANAAN PELATIHAN


A.    Tempat dan Waktu
Pelatihan dilaksanakan di Gedung Diklat Lantai 3 PT Pupuk Kaltim.
Pelatihan dilaksanakan selama 7 jam pelajaran setiap hari, yang dimulai dari jam 08.00- 16.00 WITA, secara keseluruhan memakan waktu selama 21 jam.


B.    Materi Pelatihan
Materi tata boga olahan hasil laut (rumput laut) yang diberikan dan dipraktikkan :
ü  Roll cake kukus
ü  Adonan motif batik
ü  Puding lapis buah naga
ü  Serabi Kinca
ü  Chocolate cherry cookies
ü  Peanut cookies
ü  Kukis donat



C.   Peserta
Pelatihan ini diikuti oleh 20 (dua puluh) orang mitra binaan PT Pupuk Kaltim yang sebagian besar berasal dari wilayah buffer zone Guntung dan Loktuan, Bontang Barat, dan Bontang Selatan.

D.    Instruktur
Pelatihan ini dibina oleh Instruktur yang terdiri 3 (tiga) orang berasal dari LKP BBEC Kota Bontang, atas nama Fatmawati, Elok Erma Arfiari, dan Nurjannah.

          IV.        HASIL – HASIL YANG DICAPAI

1.    Instruktur

Hasil penilaian evaluasi untuk instruktur dari para peserta pelatihan adalah sebagai berikut :
Hasil penilaian evaluasi untuk instruktur dari para peserta pelatihan adalah sebagai berikut :
NAMA
NILAI
Fatmawati
Baik (30,4)
Elok Erma Arfiari
Baik (30,2)
Hariyati
Baik (29,7)
                 

2.    Pelaksanaan Pelatihan

-          Materi Pelatihan : Pada dasarnya dapat dimengerti.
-          Metode Pelatihan : Teori dan praktik baik sekali.
-          Waktu / Jadwal Pelatihan : Berjalan lancar dan tertib.
-          Alat-alat Pembelajaran : Baik dan cukup memadai.
-          Lain-lain   : Kondisi ruangan tempat pelatihan dan konsumsi baik.

3.    Harapan dan Kepuasan Peserta

Dari 20 (dua puluh) orang peserta yang mengisi form evaluasi Harapan dan Kepuasan dapat disimpulkan bahwa :
Dilihat dari tingkat kepuasan :
¨       0 orang atau 0.0  % mempunyai tingkat kepuasannya lebih rendah dari harapan yang diinginkan (merasa kurang puas).
¨       17 orang atau 100.00   % mempunyai kepuasan yang sama dengan harapan yang diinginkan (kepuasan sama dengan harapan).
¨       0 orang atau 0.0 % mempunyai kepuasan yang lebih tinggi dengan harapan yang diinginkan (merasa lebih puas).





Dilihat dari jenis harapan dan kepuasan diperoleh data sebagai berikut :
¨       17 orang atau 85.00 % mempunyai tingkat harapan dan kepuasan pada skala tinggi.
¨       0 orang atau 00.00 % mempunyai tingkat harapan dan kepuasan pada skala sedang.
¨       0 orang atau 00.00 % mempunyai tingkat harapan dan kepuasan pada skala rendah.
¨       3 orang atau 15.00 % mempunyai tingkat harapan dan kepuasan pada skala lain-lain.





4.    Lain-lain

-          Pelatihan tata boga dapat terus berlanjut ke tingkatan selanjutnya dengan materi lebih bervariasi.
-          Dalam pelaksanaannya perlu penambahan waktu yang sebelumnya selalu dilakukan 3 hari, diupayakan kedepan menjadi 5 hari pelaksanaan.
-          Ibu-ibu telah mampu membuat kreasi aneka kue basah dan kue kering dengan cukup baik.

        

Jumat, 15 Mei 2015

Menuju 15 Mei 2015

Assalamualaikum...

#12 Mei...
Hmm tumben ne mau memulai kalimatnya dari mana yah? hehe.... Inti sebenarnya ingin mengatakan bahwa 3 hari kedepan saya dan suami akan berulang tahun di tanggal yang sama. Yapss...15 Mei. Ini adalah tahun pertama kami ulang tahunan bareng dengan status sebagai suami istri. 

Nah, di tahun pertama ini jujur rada sulit mau nyiapin surprisenya. Beda sama tahun lalu, kami lebih mudah "sembunyi" buat ngasih surprise. Maklum aja, dulu kan kita berdua belum tinggal bareng. Sekarang sudah serumah jadilah segala gerak-gerik bisa kebaca.

Contohnya adalah beberapa hari yang lalu saya asik bbbm-an sama teman nanya-nanya perihal cake yang rencana pengen diorder. Nah, kebiasaan suami adalah lebih suka make hp saya karena disitu ada game favorit yang hobi banget dia mainin. Taraa...saya lupa menyadari kalau Qado bisa aja ngebaca chat itu. Alhasil, bisa dikata rencananya ketahuan deh. Haha...


#13 Mei
Saya masih berpikir hal apa yang akan dibuat saat 15 Mei nanti. Sesuatu yang simpel, nggak usah heboh banget, yang penting ada simbolis kecil. Dan intinya hari ini saya kemudian menemukan ide yaitu nggak membuat cake karena kalau cake sepertinya sudah sering. Jadilah alternatif pudding jelly art yang dibuat disuntik-suntik itu sepertinya asik kali yah buat simbolis. Hehe…
Inspirasi ini muncul karena tahun lalu kebetulan di kantor pernah mengadakan pelatihan tata boga bagi mitra binaan Pupuk Kaltim. Jadilah saya coba menghubungi salah satu mitra untuk mengorder puding jelly art tersebut. Sebenarnya saya pengen bisa buat sendiri guyss, tapi karena nggak punya alatnya yang memang tersedia secara khusus, mau nggak mau mesti diorder langsung sama ahlinya. Ntah bagaimana hasilnya kita lihat saja yah besok. Yippi…

#14 Mei
H-1 di tahun ini adalah hari libur nasional. Jadi saat ini 14 Mei saya sedang off. Saya inget banget tahun lalu 15 Mei 2014 itu yang justru bertepatan libur nasional. Nah, di tahun ini 15 Mei malah masuk hari kejepit. Disitulah mengapa saya memutuskan khusus besok Jumat, 15 Mei saya akan cuti hanya demi memperingati hari lahir. Tsaaah…. Sebabnya adalah sisa cuti sebenarnya lebih mau dimaksimalkan pas lebaran nanti. Tapi karena sisa cutinya lumayan masih ada 8 jadi nggak papalah yah diambil 1 lagi. Hehe…
Pengajuan cuti ini telah saya masukkan sudah sekitar sebulan yang lalu. Hihi… Lumayan jadinya dalam minggu ini liburnya sampe 4 euy (Kamis-Minggu). Oh yah saat lagi ngeblog gini, Qado sempat mau ngintipin layar laptop ini. Haha…yang jelas saya lagi nggak bolehin dia lihat dulu tunggu kalau sudah kelar aja yah beb. Alhasil saya asik ngeblog, dan dia nyari kesibukan sendiri seperti biasa ngurusi 2 peliharaannya namanya Si Bangkok (re:ayam).
Okesip, karena sekitar 1,5 jam lagi akan memasuki waktu zuhur. Ngeblognya saya tinggal dulu yah guys. Mau masak dan bersih-bersih. Lalu, setelah itu kita lanjut lagi. Bubye…
Hasil Puding Jelly Art

#15 Mei
            Bak menanti tahun baruan, maka detik-detik memasuki pukul 00:00 WITA tanpa direncanakan kami berdua justru membawa hasil pudding jelly artnya ke rumah saudara di BTN PKT. Ini adalah ide Qado agar dibawa kesana aja daripada diawali di rumah cuma berdua. Mumpung keluarga juga lagi pada ngumpul disana jadi biar pada didoain rame-rame. Sekitar pukul 20:30 WITA, kami berdua sudah sampai disana.
Qado pun meminta agar keluarga pada bangun jam 00:00, dan katanya kalau perlu nggak usah tidur dulu sampai jam segitu. Haha… Dan, benarlah orang-orang pada belum tidur dulu kecuali bocah-bocah sih udah pada lelap. Diantara yang belum tidur itu, ada yang asik baring-baring sambil nonton sinetron, ada juga yang lagi masak mie sebut saja namanya Atika Khusnul Khotimah. Tanpa disangka, sekitar pukul 22:30 WITA saat lagi masak itu mukanya kecipratan minyak goreng. Tampaknya Tika cukup merasa perih kena cipratan itu, sampe udah nangis. Suasana pun jadi agak heboh karena ngelihat Tika nangis. Jadilah papanya, saya, dan Qado langsung ngebawa dia ke RS. Yabis. Sudah sempat mikir, bisa-bisa jam 12-an di RS ne. Hihi…Tapi, syukurlah dokternya ternyata cepat aj nangani Tika, dan alhamdulilah dia sudah baikan.
Sampai rumah sekitar pukul 23:30 WITA, kita lanjut lagi ngobrol-ngobrol. Lima menit menuju pukul 00:00 WITA, taraaa Qado langsung ngeluarin hasil kreasi pudding jelly art yang sudah diorder. Selanjutnya tibalah waktunya keluarga pun akhirnya mendoakan buat kami berdua yang doanya dipandu sama papanya Tika.
Finally, kami berdua pada khususnya tak hentinya selalu bersyukur pada Allah SWT karena dengan sampai saat ini diumur saya masuk 25 tahun dan Qado 26 tahun, kami masih diberi kesempatan bernafas, berpikir, dan merasakan semua nikmat kasih sayang dari-Nya. Semoga dan semogaa segala kebaikan dan keberkahan selalu tercurah pada kami berdua, buat orang-orang yang kami sayangi, dan orang-orang yang sudah mendoakan kami. Amin YRA….  ^_^
    


Jumat, 01 Mei 2015

Makna Hari Buruh di Mata Serikat Pekerja KKPKT



Setiap tanggal 1 Mei, kita pasti selalu mendapat sajian menarik di Televisi terkait demonstrasi besar-besaran para buruh. Sebagai karyawan, apa yang terbersit di pikiran kita saat mendengar istilah hari buruh atau may day?  Hari bebas kerja? Demonstrasi? Atau adakah hal yang lain?
Setiap orang tentu punya pandangan tersendiri. Dimana kita tinggal, may day bisa saja memiliki makna yang berbeda. Namun, sebenarnya semuanya tetap dapat saling berkaitan. Secara esensi, may day mempunyai makna yang begitu mendalam. Ia memberikan pelajaran dan semangat perjuangan yang begitu berharga bagi seluruh rakyat dunia. 
Sebelum mengintip makna hari buruh di mata Serikat Pekerja KKPKT, maka secara singkat ada baiknya mari kita telusuri terlebih dahulu jejak historisnya. Secara historis, may day adalah tonggak kemenangan bagi kaum buruh dalam perjuangan menuntut pengurangan jam kerja dari 12-16 jam per hari menjadi 8 jam perhari. Perjuangan tersebut telah melalui proses yang cukup panjang (Tahun 1886-1890-an) dan begitu hebat dengan pengorbanan yang tidak akan pernah ternilai. Tujuannya tak lain adalah untuk membebaskan diri dari belenggu penindasan dan penghisapan imperialisme (kapitalisme monopoli) yang berlipat-lipat. 
Sistem kapitalisme yang dimaksud, dimana berlaku sebuah hubungan produksi yang dianggap timpang antara buruh dengan pemilik modal. Bagi pemilik modal, buruh dianggap sama seperti bahan baku atau bahan mentah, upah bagi kaum buruh tidak ditetapkan berdasarkan pembagian keuntungan dari hasil produksi. Padahal, tanpa keberadaan buruh mesin-mesin termasuk bahan baku yang ada di pabrik tidak akan berubah menjadi barang baru dan tidak pernah akan ada keuntungan disana. Sistem yang demikian ini, secara tidak langsung mensyaratkan pencurian nilai lebih terhadap kaum buruh (Front Perjuangan Rakyat, 2013).
Inilah makna yang sesungguhnya dari perjuangan kaum buruh lebih dari seratus tahun yang silam. Hal ini didasarkan pada kesadaran bahwa bekerja dengan waktu yang panjang dengan upah yang tidak ditetapkan, hanya akan memberikan keuntungan berlipat bagi para pemilik modal.  Jam kerja yang panjang selain hanya akan memberikan super profit bagi kapitalisme, juga akan menghancurkan pengetahuan dan kebudayaan kaum buruh. Sebab, tentu kaum buruh tidak akan memiliki waktu lagi untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan di luar jam kerja, kaum buruh juga tidak mempunyai waktu lagi untuk menumpahkan kasih sayang dalam mengurus kehidupan keluarganya, serta tidak memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dengan masyarakat lainnya.
Di Indonesia sendiri peringatan hari buruh sedunia (may day) baru mulai kembali dilaksanakan pasca runtuhnya Orde Baru. Perjuangan rakyat di seluruh daerahlah yang pada akhirnya membuat may day kembali marak diperingati. Kronologisnya, mulanya may day di Indonesia disahkan melalui UU No. 1 Tahun 1951 tentang Pernyataan Berlakunya UU Kerja Tahun 1948, yang mana dalam pasal 15 ayat 2 menyebutkan, “Pada tanggal 1 Mei, buruh dibebaskan dari kewajiban bekerja”.
 
Namun, karena alasan politik rezim Orde Baru kemudian melakukan larangan terhadap peringatan Hari Buruh Internasional. Sejak saat itupula, peringatan may day tidak pernah diakui oleh pemerintah Indonesia. Barulah pasca runtuhnya Orde Baru, melalui perjuangan massa rakyat yang tersebar diseluruh daerah, may day kembali marak diperingati. 
Adapun may day di mata Serikat Pekerja (SP) khususnya dalam hal ini Korps Karyawan Pupuk Kaltim (KKPKT) pun memiliki pandangan tersendiri dalam memaknainya. Ketua Umum KKPKT, Soejono mengatakan, may day adalah suatu hal yang cukup menarik dikaji. Di hari may day pemerintah telah memberikan hari khusus untuk libur. Artinya, dengan adanya hari libur itu, pemerintah memberikan respon positif terhadap buruh.
Selama ini kita tahu may day identik dengan adanya upaya penuntutan/demonstrasi. Namun, satu hal yang perlu kita inspeksi bersama bahwa sebagai karyawan kita tidak harus selalu menuntut apa yang semestinya perusahaan berikan kepada kita. Tetapi, kita juga perlu melakukan inspeksi sekiranya kontribusi positif apa yang harus diberikan kepada perusahaan sehingga tercipta suatu kondisi yang seimbang. “Perusahaan memang berkewajiban memenuhi hak kita sebagai kayawan, tapi kita juga harus memberi kontribusi positif kepada perusahaan,” jelas Soejono.
Dengan pandangan demikian, tentu proses bisnis dalam perusahaan akan dapat berjalan dengan baik. Bagi KKPKT, may day di bulan Mei ini juga akan menjadi momentum penting dalam SP KKPKT. Dimana KKPKT akan memasuki kegiatan perundingan. Pada kegiatan tersebut, nantinya kita akan bisa melihat bagaimana keseimbangan antara hak dan kewajiban antara perusahaan dan karyawan.
Tentunya kita akan dapat melihat seperti apa kemampuan perusaaan dalam memberikan hak-hak yang kita tuntut. Namun, di satu sisi kita pun perlu bijak dalam menyampaikan hak yang diinginkan SP. Artinya, kita tentu tidak dapat serta merta menuntut sesuatu yang berada diluar kemampuan perusahaan. 
Di sisi lain, kita pun harus mengoreksi diri kita apakah sudah memberikan sesuatu yang maksimal untuk perusahaan sehingga proses bisnis perusahaan bisa selalu berjalan lancar. Dalam hal ini, akan terkait dengan keuntungan yang didapat perusahaan. Jika karyawan mampu mencapai target keuntungan yang ditetapkan perusahaan dapat diraih dengan baik, tentu kemudian kita berharap hak yang kita inginkan akan dapat direalisasi khususnya dalam hal kesejahteraan karyawan. “Kita selama ini telah banyak melakukan komunikasi dengan karyawan apa sih yang diharapkan dari perusahaan. Beberapa hal yang paling banyak diinginkan seperti perbaikan kesejahteraan. Maka dari itu, kita akan selalu berusaha upayakan,” tutup Soejono. (Irma Safni)